Ancaman Bencana hingga April 2026, Stok Logistik Terbatas

Ancaman Bencana hingga April 2026, Stok Logistik Terbatas -foto :adrian roseple/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam menyusul prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut hingga April 2026.

Kondisi cuaca berupa hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi disertai angin kencang dinilai dapat memicu terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah rawan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Lebong telah menyiapkan stok logistik bantuan masa panik yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak apabila terjadi bencana.

Logistik tersebut meliputi bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya.

BACA JUGA:BPBD Lebong Siagakan Tim dan Logistik Hadapi Cuaca Ekstrem

Seluruh logistik yang disiapkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebong dan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan awal saat kondisi darurat.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebong, Tantawi, menjelaskan bahwa ketersediaan logistik diharapkan mampu membantu masyarakat pada masa tanggap darurat.

Namun, ia mengakui bahwa jumlah logistik yang dimiliki BPBD saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan dan perencanaan agar bantuan dapat didistribusikan secara tepat sasaran jika terjadi bencana. 

"Stok logistik yang ada kami siapkan sebagai bantuan masa panik, namun kondisinya masih terbatas," ungkap Tantawi.

Selain menyiapkan logistik, BPBD Lebong juga menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang disebar di 12 kecamatan di Kabupaten Lebong.

Tim tersebut disiagakan selama 24 jam penuh untuk melakukan respons cepat apabila terjadi bencana. TRC dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung, seperti perahu fiber, pelampung keselamatan, mobil rescue, mobil operasional pengangkut logistik, serta dapur umum berjalan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak.

"Kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor penting dalam upaya penanganan bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa juga terus diperkuat agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan efektif," jelas Tantawi.

Di sisi lain, Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih waspada saat terjadi hujan deras dan angin kencang, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak terkait.

"Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, sehingga diharapkan potensi bencana dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan korban jiwa," tutup Tantawi. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan