Super Flu H3N2 Bukan Virus Baru, Belum Ada Laporan Kematian

Ilustrasi seorang perempuan yang sedang flu Dan batuk.-Foto: net-

JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa super flu H3N2 bukanlah virus baru, melainkan bagian dari influenza A yang telah dikenal dunia medis selama puluhan tahun. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan sejumlah daerah terkait penularan virus super flu di Indonesia.

“Super flu itu sebenarnya influenza A. Nama virusnya H3N2, sudah ada puluhan tahun, hanya saja ini varian baru,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dikutip Sabtu (10/1).

Menurut Menkes, cara pencegahan super flu H3N2 pada dasarnya sama dengan influenza biasa, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan, serta menggunakan masker saat sakit.

Hingga saat ini, belum ada laporan pasien meninggal dunia akibat super flu.

“Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti yang biasa,” tegasnya.

Budi juga menekankan bahwa super flu berbeda dengan COVID-19. Influenza merupakan virus lama yang telah dikenal sistem imun manusia, sehingga daya tahan tubuh sebagian besar masyarakat sudah terbentuk.

“Kalau COVID itu virus baru, daya tahan tubuh kita belum kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah mengenal virusnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama kondisi tubuh dalam keadaan sehat, super flu H3N2 seharusnya tidak menimbulkan masalah serius.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau menjaga pola hidup sehat dengan makan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.

“Kalau kondisi badan kita sehat, makan cukup, tidur cukup, olahraga cukup, harusnya enggak ada masalah,” ujarnya.

Influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai super flu, diketahui telah terdeteksi masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Sejumlah daerah seperti Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur telah melaporkan adanya kasus penularan virus ini.

Meski tergolong flu musiman, virus super flu H3N2 berisiko lebih tinggi bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia, penderita penyakit kronis, komorbid, penyakit jantung bawaan pada anak, penyakit kardiovaskular pada orang dewasa, penderita kanker, serta pasien yang mengonsumsi obat penekan sistem imun.

Gejala super flu H3N2 meliputi batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan