Realisasi APBN 2025: Belanja Negara Rp 3.451 T, Pendapatan Cuma Rp 2.756 T, Tekor!
ilustrasi--
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan angka realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025. Purbaya memaparkan rincian capaian pendapatan dan belanja negara di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Total Pendapatan Negara tercatat mencapai Rp 2.756,3 triliun hingga akhir periode pelaporan. Angka tersebut, menurut Menkeu, setara dengan 91,7% dari target yang telah ditetapkan dalam APBN. Secara spesifik, Purbaya menyoroti sektor perpajakan yang menjadi tulang punggung penerimaan negara.
"Terus kalau lihat Pendapatan Perpajakannya, langsung di bawahnya, penerimaan pajak hanya 1.917,6. Ini hanya 87,6% dari APBN," ujar Purbaya dalam agenda APBNKita, dikutip Jumat (9/1)Sementara itu, sektor Kepabeanan dan Cukai mencatatkan kinerja yang hampir memenuhi target penuh. Realisasi Kepabeanan dan Cukai tercatat sebesar Rp 300,3 triliun atau 99,6% dari target.
Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru menunjukkan performa yang melampaui ekspektasi.Purbaya menyebutkan PNBP berhasil mencapai Rp 534,1 triliun. "Ini 104,0% dari target," ujarnya.
Lonjakan signifikan juga terjadi pada pos Penerimaan Hibah yang realisasinya jauh di atas perkiraan awal. Penerimaan Hibah tercatat sebesar Rp 4,3 triliun, atau mencapai 733,3% dari target yang ditetapkan.
Beralih ke sisi pengeluaran, Menkeu memaparkan total Belanja Negara mencapai Rp 3.451,4 triliun. Realisasi belanja ini setara dengan 95,3% dari pagu yang dianggarkan. Secara rinci, untuk Pemerintah Pusat, belanja terealisasi sebesar Rp 2.602,3 triliun atau 96,3% dari target.
Purbaya juga merinci Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang mengalami kenaikan signifikan dibandingkan target awal. Sementara itu, Belanja Non-KL tercatat sebesar Rp 1.102 triliun atau 71,5% dari target, dan Transfer ke Daerah disalurkan sebesar Rp 849,0 triliun (92,3%).
"Dan Belanja Kementerian Lembaga 1.500,4 itu 129,3% dari target," ungkap Purbaya. Realisasi belanja sebesar Rp 3.451,4 triliun yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara Rp 2.756,3 triliun menempatkan APBN 2025 dalam posisi defisit. APBN sepanjang 2025 tercatat mengalami defisit sebesar Rp 695,1 triliun atau setara 2,92 persen.