80 Persen Konsumen Pilih Live Shopping Selama Harbolnas 2025
80 Persen Konsumen Pilih Live Shopping Selama Harbolnas 2025-foto :jpnn.com-
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan dominasi fitur belanja langsung atau live shopping pada perhelatan Harbolnas 2025 tercatat diminati hingga 80 persen konsumen.
Menurut Mendag Budi, tingginya angka peminat tersebut tidak lepas dari keunggulan fitur yang ditawarkan. Kemampuan menyediakan ulasan produk secara daring dan interaktif menjadi daya tarik utama bagi pembeli.
Popularitas live shopping ini bahkan dinyatakan jauh lebih tinggi dibandingkan fitur permainan atau gamifikasi.
Fitur hiburan seperti pengumpulan poin atau kenaikan peringkat tercatat hanya diminati oleh 31 persen konsumen. Sementara itu, fitur lelang atau bid berada di urutan paling bawah dalam preferensi konsumen Harbolnas 2025. Hanya 7 persen konsumen yang tercatat meminati fitur lelang tersebut.
Selain fitur interaktif, metode promosi melalui afiliator juga menunjukkan kinerja yang positif.
Sebanyak 54 persen konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan oleh para afiliator. Tautan pembelian tersebut tersebar di berbagai saluran platform media sosial yang populer di masyarakat, seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts.
Antusiasme konsumen dan efektivitas promosi tersebut berdampak langsung pada capaian ekonomi program ini. Mendag Budi memaparkan adanya kenaikan nilai transaksi yang cukup signifikan pada Harbolnas 2025. "Dalam penyelenggaraan tahun ini, Harbolnas 2025 mencatat total transaksi sebesar Rp 36,4 triliun atau meningkat 17 persen dibanding total transaksi tahun lalu," ujar Mendag Budi dikutip Selasa (6/1).
Mendag Budi yang akrab disapa Busan itu berharap Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Pelaksanaan program ini juga berjalan seiring dengan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale.
Bersamaan dengan itu, Busan menyatakan pemerintah juga mendorong para pedagang untuk tidak sekadar mengejar omzet dalam momen Harbolnas.
Mendag Busan menekankan pentingnya adaptasi teknologi di tengah persaingan digital yang kian ketat.
"Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif,” tutur Mendag Busan.
“Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan," imbuhnya.