Hasil Uji Nyamuk Anopheles Negatif, Lebong Bebas Malaria

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Evan Marta, SKM.-(rian/rl)-

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Kabupaten Lebong kembali dipastikan tetap berstatus bebas malaria setelah hasil uji laboratorium terhadap nyamuk Anopheles yang ditemukan di wilayah tersebut menunjukkan hasil negatif.

Kepastian ini diperoleh dari hasil survei vektor yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang pada Juni 2025 lalu.

Survei dilakukan menyusul ditemukannya nyamuk jenis Anopheles, yang dikenal sebagai vektor pembawa parasit malaria, di Desa Gandung Baru, Kecamatan Lebong Utara.

Temuan tersebut sempat menimbulkan kewaspadaan mengingat Kabupaten Lebong telah menyandang status bebas malaria sejak tahun 2014. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium secara menyeluruh, nyamuk Anopheles yang ditemukan tersebut dipastikan tidak membawa parasit malaria.

BACA JUGA:Lebong Bebas Malaria, Dinkes Tetap Siaga Nyamuk Anopheles

Kepala Dinkes Lebong, Rachman, SKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)  Evan Martha, SKM, menjelaskan bahwa survei vektor merupakan langkah kewaspadaan dini untuk memastikan tidak adanya potensi penularan malaria di wilayah Lebong. 

"Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa nyamuk Anopheles yang ditemukan tidak mengandung parasit malaria. Dengan demikian, tidak ada risiko penularan malaria dari temuan tersebut," ujar Evan.

Selain pemeriksaan vektor nyamuk, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong juga melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk dalam kategori suspek malaria.

Sebanyak 1.809 warga telah menjalani pemeriksaan kesehatan, jumlah ini jauh melampaui target pemeriksaan nasional yang ditetapkan hanya sebanyak 1.100 orang. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada kasus malaria yang luput dari pemantauan.

"Hasil pemeriksaan terhadap 1.809 masyarakat tersebut menunjukkan nol kasus malaria. Ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Lebong masih aman dan tetap mempertahankan status bebas malaria," tegas Evan. 

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor, tenaga kesehatan, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Evan juga menjelaskan bahwa meskipun vektor nyamuk Anopheles ditemukan, hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kasus malaria. Menurutnya, keberadaan nyamuk perlu diimbangi dengan keberadaan parasit malaria agar penularan dapat terjadi.

Oleh karena itu, surveilans lingkungan dan pemeriksaan laboratorium menjadi kunci utama dalam memastikan status kesehatan suatu wilayah.

Dengan predikat bebas malaria yang telah dipertahankan selama lebih dari satu dekade, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Masyarakat diminta terus menjaga kebersihan lingkungan, seperti menghindari genangan air, menjaga sanitasi rumah, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah berkembangnya nyamuk.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan