BPBD Lebong Dirikan Pos Siaga Bencana di Wisata Alam
Ancaman Bencana hingga April 2026, Stok Logistik Terbatas -foto :adrian roseple/radarlebong-
LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat pengawasan di sejumlah destinasi wisata alam.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana alam, khususnya longsor dan banjir, yang rawan terjadi pada musim hujan di penghujung tahun.
Upaya tersebut sekaligus bertujuan untuk memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Lebong.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Lebong mendirikan sejumlah pos siaga bencana di beberapa titik lokasi wisata alam yang dinilai rawan.
BACA JUGA:Hujan Lebat Picu Risiko Banjir , Wabup Ajak Warga Jaga Lingkungan
Pos-pos siaga ini difokuskan pada kawasan wisata yang memiliki riwayat bencana atau berada di wilayah dengan kontur alam yang berpotensi terdampak longsor dan banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kepala BPBD Lebong, Saprul, SE, melalui Analisis Kebencanaan BPBD Kabupaten Lebong, Masayu Uminil Hana, SH, menjelaskan bahwa pendirian pos siaga tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang rutin dilakukan setiap menjelang libur panjang.
Menurutnya, keberadaan pos siaga di lokasi wisata sangat penting untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
"Langkah ini kami lakukan untuk meminimalisir risiko korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi bencana seperti longsor atau banjir. Mengingat pada penghujung tahun ini, wilayah Kabupaten Lebong sering diguyur hujan dengan intensitas tinggi," jelas Masayu.
Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya BPBD Lebong juga telah mendirikan pos siaga di sejumlah objek wisata alam.
Beberapa di antaranya adalah wisata Danau Tes yang berada di Kecamatan Lebong Selatan, Danau Picung di Kecamatan Lebong Atas, serta wisata Air Putih di Kecamatan Pinang Belapis.
Lokasi-lokasi tersebut menjadi prioritas pengawasan karena kerap dipadati pengunjung saat libur panjang dan memiliki potensi kerawanan bencana.
"Tidak hanya melibatkan personel BPBD, pos siaga bencana tersebut nantinya akan diisi oleh berbagai unsur terkait. BPBD menggandeng TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bersinergi dalam pengamanan dan pengawasan kawasan wisata. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat," lanjutnya.
Selain fokus pada mitigasi bencana, keberadaan pos siaga juga difungsikan untuk mengawasi lonjakan jumlah pengunjung di lokasi wisata.