Kasus Penyalahgunaan DD di Lebong Meningkat

Kasus Penyalahgunaan DD di Lebong.-(dok/rl)-

LEBONGRADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Kasus penyalahgunaan dana desa di Kabupaten Lebong menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025.

Aparat Penegak Hukum (APH) mengonfirmasi telah menangani dua kasus korupsi dana desa yang melibatkan perangkat desa di beberapa kecamatan.

Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat satu penetapan tersangka.

Peningkatan perkara ini terekam dalam data penanganan hukum yang dihimpun APH sepanjang tahun berjalan.

Pada 2025, perhatian publik kembali tertuju pada pengelolaan anggaran desa setelah sejumlah penyimpangan terungkap dalam proses penyidikan.

Baca Juga: Tiga Rekanan Proyek SPAM Lebong Batal Putus Kontrak

Salah satu kasus yang paling disorot terjadi di Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning. Penjabat (Pjs) Kepala Desa Bungin resmi ditahan oleh Polres Lebong atas dugaan kuat melakukan korupsi dana desa sebesar Rp294 juta.

Modus yang digunakan tergolong klasik, yakni belanja fiktif dalam laporan pertanggungjawaban. Polres Lebong sebelumnya juga telah membeberkan perkembangan perkara ini melalui konferensi pers pada akhir November 2025. Penyidikan kini memasuki tahap lanjutan dengan pengumpulan bukti tambahan.

Selain kasus Bungin, APH juga tengah mendalami dugaan penyimpangan APBDes di Desa Ketenong II, Kecamatan Pinang Belapis. Kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan.

Polres Lebong telah memeriksa puluhan saksi untuk menelusuri aliran dana dan memastikan titik terjadinya penyimpangan.

Meski belum menetapkan tersangka, penyidik menyatakan bahwa indikasi penyalahgunaan anggaran cukup kuat berdasarkan hasil pemeriksaan dan audit sementara.

Sebagai perbandingan, pada 2024 hanya satu perkara korupsi dana desa yang mencapai tahap penetapan tersangka.

Kasus tersebut terjadi di Desa Pungguk Pedaro, ketika Kepala Desa dan Kaur Keuangan ditetapkan sebagai tersangka atas korupsi APBDes tahun anggaran 2022.

Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp804 juta, menjadikannya salah satu kasus terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Lebong.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan