TNI AL Menyiapkan 3 KRI Rumah Sakit untuk Dikirimkan ke Gaza
TNI AL Menyiapkan 3 KRI Rumah Sakit untuk Dikirimkan ke Gaza-foto :jpnn.com-
JAKARTA.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah menyiapkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) jenis bantuan rumah sakit untuk dikirim dalam misi pemelihara perdamaian di Gaza, Palestina. Hal itu diungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul, Selasa (25/11) dilansir dari jpnn.com
Menurut Tunggul, saat ini TNI AL memiliki tiga KRI jenis Bantu Rumah Sakit, yaitu KRI dr. Soeharso-990, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. "Pada prinsipnya ketiga KRI tersebut siap untuk dikirim dan melaksanakan operasi kemanusiaan," kata Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa (25/11). Tunggul menjelaskan tiga KRI rumah sakit itu dilengkapi dengan beragam fasilitas yang menunjang aktivitas perawatan medis dan helikopter untuk membantu proses evakuasi pasien.
Menurut Tunggul, hingga saat ini TNI AL siap menerima perintah dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan pemerintah untuk mengirimkan tiga kapal rumah sakit tersebut.
Sementara, Jenderal Agus Subiyanto mengatakan TNI menyiapkan pesawat angkut Hercules C-130 dan KRI rumah sakit untuk digunakan dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina. "Unsur udara, kami menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kami siapkan dua kapal rumah sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter," kata Agus seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).
Pengerahan pesawat Hercules diketahui untuk mengangkut logistik dan pasukan. Kapal rumah sakit dikerahkan untuk membawa tenaga kesehatan, sekaligus sebagai tempat merawat warga sipil korban perang di Gaza. Tidak hanya kendaraan laut dan udara, Agus mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan pasukan perdamaian yang terdiri dari tiga brigade komposit. Namun demikian, Agus tidak memerinci kapan pasukan tersebut akan dikirim. Dia hanya menyatakan Mabes TNI menunggu perintah dari pemerintah dalam pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.