Kasus ISPA di Lebong Selatan Meningkat, Warga Diminta Waspada Perubahan Cuaca
RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang belakangan mengalami peningkatan di wilayah kerja Puskesmas Tes, Kecamatan Lebong Selatan.
Berdasarkan data setempat, kasus ISPA mulai meningkat sejak bulan Juni hingga November ini, dengan jumlah kunjungan pasien mencapai 5 hingga 10 orang setiap hari.
Kepala Puskesmas Tes, Ns. Ricca Hendriyani, S.Kep, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Bembo, SKM, menjelaskan bahwa lonjakan kasus tersebut dipengaruhi oleh perubahan cuaca ekstrem, terutama peralihan antara musim panas dan musim hujan.
"Kasus ISPA mulai meningkat sejak Juli, dan hingga kini masih tercatat tinggi," ujar Bembo.
Baca Juga: Cegah Kasus Korupsi, Pendamping Kecamatan Ingatkan Desa Dalami Aturan Penggunaan Dana Desa
Menurut Bembo, cuaca yang tidak menentu membuat daya tahan tubuh masyarakat menurun, sehingga lebih rentan terhadap gangguan pernapasan.
"Kemungkinan besar peningkatan ISPA disebabkan oleh suhu panas yang disusul hujan, sehingga virus dan bakteri lebih mudah berkembang," jelasnya.
Ia menambahkan, gangguan pernapasan kini menjadi kasus kesehatan terbanyak yang ditangani Puskesmas Tes selama beberapa bulan terakhir.
Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Tes telah menyiapkan empat rencana strategis, yakni deteksi dini kasus, penurunan risiko kesehatan, pengendalian emisi dan debu, serta adaptasi lingkungan.
Bembo menegaskan, ISPA tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan.
"Penyakit ISPA bisa sembuh jika segera ditangani, tetapi bila terlambat, dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian," tandasnya.