5 Strategi Jaga Ekonomi RI di Tengah Tekanan Global

Strategi Jaga Ekonomi RI-tangkapan layar -

RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Pemerintah menyiapkan sembilan strategi utama untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Strategi itu mencakup transformasi struktural, penguatan industri, hingga dorongan pada sektor tenaga kerja dan pembiayaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan.

BACA JUGA:Manfaat Pakai LED Mask, Benarkah Aman Digunakan?

"Ekonomi Indonesia akan tetap bergerak ke arah yang lebih baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Tantangan global masih tinggi dan butuh kebijakan yang adaptif dan kolaboratif,” ujar Ferry di acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025.

Dalam rangka menjawab hal tersebut, Ferry menjabarkan sembilan strategi kunci pemerintah, yakni diversifikasi pasar ekspor dan mitra dagang agar tidak bergantung pada negara tertentu, transformasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan produktivitas.

Kemudian hilirisasi industri dan pengembangan semikonduktor sebagai sumber pertumbuhan baru, penguatan ketahanan pangan dan energi di tengah ketidakpastian pasokan global, peningkatan kepastian berusaha melalui deregulasi dan reformasi birokrasi.

"Tentu yang terakhir adalah penguatan SDM melalui pendidikan, pelatihan, dan kemitraan industri, pemberian insentif fiskal seperti tax holiday bagi sektor prioritas, perluasan akses pembiayaan melalui kredit program dan dukungan bagi UMKM dan dorongan terhadap industri padat karya untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas," paparya.

Ferry menegaskan, kombinasi strategi tersebut dirancang untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil punya efek ganda memperkuat ekonomi domestik sekaligus melindungi masyarakat dari dampak eksternal,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah memperkuat koordinasi lintas kementerian agar kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan lebih sinkron.

Pendekatan itu diharapkan mampu mempercepat hilirisasi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Ferry mencontohkan, hilirisasi mineral dan pertambangan yang telah berjalan sejak 2023 kini mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya nilai ekspor produk olahan.

Ke depan, hilirisasi akan diperluas ke sektor lain, termasuk pertanian, perikanan, dan manufaktur hijau.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan