Usulan Rp 65 M Rehab Pasca Bencana dalam Proses Lengkapi Dokumen

Plt Kepala BPBD Lebong, Tantawi, SP,-foto :adrian roseple/radarlebong-

LEBONG.RADARLEBONG.BACAKORAN.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pemulihan wilayah pasca bencana alam.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebong, pemerintah daerah tersebut resmi mengajukan usulan dana hibah sebesar Rp 65 miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

Dana besar ini akan difokuskan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) berbagai infrastruktur yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah kecamatan.

Plt Kepala BPBD Lebong, Tantawi, SP, mengungkapkan bahwa proposal dana hibah tersebut telah dikirim sejak awal Juni melalui aplikasi E-proposal BNPB.

Baca Juga: ODGJ Jangan Dikucilkan, Perkuat Dukungan Moral & Semangat

Namun, sempat dikembalikan untuk dilengkapi dengan dokumen pendukung penting seperti Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) serta data aset daerah (KIF).

“Total anggaran yang kami ajukan mencapai Rp 65 miliar. Saat ini kami sedang melengkapi dokumen agar proposal bisa segera diverifikasi oleh BNPB,” jelas Tantawi.

Tantawi menjelaskan, dana hibah tersebut akan difokuskan pada 12 kegiatan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang tersebar di berbagai titik.

Rinciannya meliputi:

5 titik perbaikan jembatan gantung,

5 titik pembangunan beronjong sumber daya air, dan

2 titik pembangunan pengaman sungai atau pelapis tebing.

Proyek-proyek tersebut akan difokuskan pada wilayah yang paling terdampak bencana, yakni Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, Bingin Kuning, Lebong Utara, dan Amen.

“Khusus untuk infrastruktur jalan dan jembatan, lokasi prioritas berada di Kecamatan Topos, Rimbo Pengadang, dan Bingin Kuning. Sementara pembangunan sumber daya air direncanakan di Rimbo Pengadang, Bingin Kuning, dan Uram Jaya. Untuk pengaman sungai dilakukan di Lebong Utara dan Amen,” ungkap Tantawi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan