Loncatan Saud

Minggu 10 Mar 2024 - 00:56 WIB

Maka asyik diskusi buku dengan beliau. Saya diberi buku barunya: Negara Rasional. Yakni hasil kajiannya mengenai pemikir dunia Ibnu Khaldun. Itu buku ketiga yang ia tulis.

Saya perlu ke kedutaan juga untuk mengejar Wi-Fi dosis tinggi: pagi itu harus berbicara di depan wisudawan Universitas Terbuka. Pukul 09.00. Berarti pukul 05.00 waktu Riyadh.

Harun sendiri ingin kuliah S-2 di UT. Sudah dua tahun gagal. "Harus tes TOEFL," katanya. 

Ia tidak takut tesnya. Harun sudah lebih 5 tahun bekerja di kedutaan. Bahasa Inggris adalah lauk-pauknya. Tapi untuk tes TOEFL harus pakai biaya. Mahal –untuk ukuran gajinya yang bukan diplomat. Apalagi kalau harus kursus TOEFL dulu.

"Apakah tidak bisa syarat tes TOEFL itu diganti yang lain? Misalnya jaminan dari atase pendidikan?" tanyanya.

Bagi saya itu bukan pertanyaan. Itu ide bagus untuk UT.

Ternyata sopir yang bersama saya ini juga mahasiswa UT. Asal Jambi. Sudah semester empat. Ambil ilmu pemerintahan. Ia yang memilihkan model kacamata hitam saya.

Sebenarnya saya lupa kalau jam 09.00 pagi itu janji bicara di UT. Padahal jam 09.00 hari itu saya sudah harus naik bus ke jurusan amplop di Makkah.

Untung, sama-sama jam 09.00 tapi beda negara. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Selasa 30 Dec 2025 - 23:12 WIB

Gegeran Gergeran

Selasa 30 Dec 2025 - 00:53 WIB

Kaya Miskin

Selasa 23 Dec 2025 - 23:50 WIB

Ateis Rob

Minggu 14 Dec 2025 - 00:01 WIB

Ira Fatana

Rabu 10 Dec 2025 - 00:08 WIB

Negara Ro-ro