Tirai Keluarga

Jumat 08 Mar 2024 - 00:49 WIB

"Apakah mau jadi penumpang cadangan?" katanya.

"Mauuuuuu" jawab saya.

"Anda bayar 105 riyal. Kalau semua penumpang ternyata datang, uang kembali. Tidak bisa cash. Akan dikirim ke rekening bank Anda. Mungkin perlu waktu 2 atau 3 hari," katanya.

"Mauuuu".

"Anda masuk waiting list nomor 2".

"Mauuuuu".

"Kereta akan berangkat pukul 09.00. Anda akan tahu dapat kursi atau tidak pukul 08.57".

"Mauuuu".

Ia melihat bawaan saya.

"Hanya itu?"

“Mauuuu".

Mungkin saya akan langsung ditolak kalau terlihat bawa koper besar. Waktu tiga menit tidak cukup untuk menyeret koper ke kereta.

"Saya bisa lari," kata saya.

Ia tersenyum –mungkin lihat kacamata hitam saya yang baru yang lupa saya copot.

"Anda tunggu di kursi sana itu," katanya sambil menyerahkan tiket saya. Kali ini saya bayar pakai kartu. Agar, kalau tidak dapat kursi, uang bisa balik masuk kartu itu –tidak nyasar ke kartunya Jokosp SP.

Di kursi tunggu saya pun lihat layar HP: masih pukul 08.30. Masih bisa berdebar agak lama. Saya tidak berdoa semoga ada mobil calon penumpang yang kesasar di padang pasir. Saya pasrah. Tawakal. Saya tidak berusaha menjemput takdir. Saya murni menunggu nasib.

Kategori :

Terkait

Sabtu 25 Jul 2026 - 23:22 WIB

Satpam MBG

Rabu 15 Jul 2026 - 00:24 WIB

Orang Kuat

Kamis 09 Jul 2026 - 23:31 WIB

Untung Hoki

Selasa 30 Jun 2026 - 00:23 WIB

Bawah Tanah

Kamis 18 Jun 2026 - 00:54 WIB

Mati Besok