Tahu Digigit

Rabu 13 May 2026 - 21:14 WIB

Ternyata terpilih. Ada peristiwa politik nasional yang membuat suara PPP naik drastis. Dari empat kursi bisa dapat enam kursi. Anda sudah tahu peristiwa itu: Mega-Bintang. Dari situ Dony terpilih lagi untuk kali kedua. Lima tahun berikutnya terpilih untuk DPRD provinsi Jabar. Di pemilu lima tahun setelahnya terpilih untuk anggota DPR pusat.

Lalu Sumedang meradang. Terjadi pergantian bupati tiga kali dalam lima tahun. Salah satunya ditangkap KPK. Dony didaulat jadi bupati. Money politic belum seseru sekarang. Di periode kedua suaranya merosot drastis: tinggal dapat 49 persen. Tetap terpilih tapi jauh dari hasil survey yang hampir 70 persen. Itu lantaran ia tidak mau melakukan serangan fajar.

PPP memang kuat di Sumedang. Tapi secara nasional PPP hancur. Dony pun keliling ke kiai di Sumedang. Juga keliling ke pengurus partai tingkat kecamatan. Ia pamit dari PPP. Masuk Gerindra.

Meski cucu kiai besar di Sumedang, KH Mohamad Satibi, Dony jadi orang teknik dan akuntansi. Setelah lulus tehnik idustri ia kuliah S-2 manajemen keuangan di Unpad. Doktornya pun doktor akuntansi dengan disertasi tentang keuangan desa.

Latar belakang teknik dan akuntansi membuat programnya konkret. Dony punya motto sendiri. Dalam bahasa Sunda: Kadeleuk, Karampak, Karasa. Anda sudah tahu artinya: Terlihat, Teraba, Terasa.

Sebenarnya Sumedang punya produk besar lain: Cilembu –ubi Cilembu. Dony pilih ”tahu krowak” (tahu yang sudah dimakan sebagian di pojoknya) sebagai logo dashboard Sumedang daripada ketela Cilembu yang digigit.

Dony orangnya pendiam. Tapi hasil kerjanya kadeleuk, karampak, dan karasa. Dony ingin Sumedang tidak hanya menjadi pusat penge-”tahu”-an tapi juga pusatnya ilmu nyata reformasi birokrasi.(Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Rabu 03 Jun 2026 - 23:04 WIB

Jago Cimory

Selasa 02 Jun 2026 - 21:33 WIB

Kuasa Tambang

Senin 01 Jun 2026 - 20:59 WIB

To-be Sera

Minggu 31 May 2026 - 23:00 WIB

Icip-Icip Galeri

Sabtu 30 May 2026 - 21:54 WIB

Pet Byar