Amang Amat

Sabtu 28 Mar 2026 - 20:17 WIB

Begitu ke Tarim tidak bisa ke mana-mana lagi. Baru ada pesawat keluar dari Yaman tujuh hari lagi.

Saya pun bingung: akan ngapain saja enam hari di Tarim.

Menghafal Quran? Sudah terlalu tua untuk mengingat hafalan begitu banyak.

Ziarah ke makam-makam para wali? Satu hari juga bisa selesai.

Memperdalam silsilah Habib? Saya justru takut terjebak ke perdebatan yang tiada ujungnya. Sudah tiga tahun debat publik soal silsilah Habib itu begitu menguras perhatian sampai lupa harga saham jatuh ke jurang.

Maka di hari ketiga di Tarim saya mulai melihat peta. Ada kota agak besar bernama Mukalla. Tapi jauh. Lima jam naik mobil. Saya pun ke sana. Dari pada terseret ke soal kontroversi Habib. 

Tidak bisa dihindarkan. Di hari ketiga itu saya mulai tanya-tanya soal Habib. Maklum tidak ada apa-apa lagi yang bisa dilihat. Wah ini bahaya. Mulai terpancing ke soal Habib. Maka saya lupakan Habib. Saya berangkat ke Mukalla.

Tidak bisa mendadak. Amang harus mengurus surat jalan saya dulu. Juga harus menemani saya ke Mukalla. "Anda bisa hilang di jalan," katanya ketika saya bertekad untuk pergi sendirian.(Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Jumat 01 May 2026 - 21:28 WIB

Orang Kuat

Kamis 30 Apr 2026 - 21:23 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29 Apr 2026 - 19:22 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 19:53 WIB

Guru Bimbel

Senin 27 Apr 2026 - 19:49 WIB

Helm Anak