Singapura Gagal

Jumat 13 Mar 2026 - 20:05 WIB

Banyak sekali pengunjung plasa ini. Kami turun ke lantai bawah melalui eskalator. Di situ ada stasiun kereta bawah tanah. Setelah menyusuri lobi stasiun itu kami naik ke plasa yang di pinggir danau. Lalu kembali menatap ke atas. Ke puncak gedung Celana Panjang. 

Saya pun mengamati sekitar plasa. Siapa tahu ada bekas-bekas gerbang Singapura II. Tidak ada. Yang ada sebaris patung singa kecil-kecil di pinggir pagar. Saya pun pura-pura bertanya ke dalam diri sendiri: sudah begitu kecilnyakah Singapura di mata kota Suzhou sekarang.

Saya tidak punya waktu memikirkan jawabnya. Harus kembali ke hotel. Acara berikutnya sudah menanti.

Ternyata proyek Singapura II itu dianggap gagal –oleh kedua belah pihak. Tiongkok kecewa karena Singapura menjual lahan kawasan industri itu terlalu mahal. Itu dianggap tidak bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Suzhou. 

Kekecewaan itu diwujudkan dalam tindakan nyata: Pemda Suzhou membangun kawasan industri sendiri. Lebih besar. Lebih murah. Lokasinya? Jangan kaget: persis di sebelah Singapura II. Sama modernnya. Sama infrastrukturnya. Sama lebar-lebar jalannya. 

Seberapa lebih murah dari Singapura II? Separo harga.

Singapura pun protes ke pemerintah. Sampai ke pemerintah pusat. Jawab yang di pusat: itu urusan pemerintah daerah.

Akhirnya Singapura menyerah. Saham mayoritasnya dijual ke Suzhou. Singapura tinggal minoritas. Lalu pemegang saham mayoritas melebur Singapura II ke Suzhou Industrial Estate. 

Nama Singapura pun tenggelam. Pun gerbang dan patung besar Merlionnya. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Sabtu 02 May 2026 - 21:42 WIB

Langit Sumur

Jumat 01 May 2026 - 21:28 WIB

Orang Kuat

Kamis 30 Apr 2026 - 21:23 WIB

Listrik Kereta

Rabu 29 Apr 2026 - 19:22 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 19:53 WIB

Guru Bimbel