Fir'aun Baik

Rabu 11 Mar 2026 - 23:29 WIB

Kalau saja hasil reformasi di Mesir tidak segera dikoreksi bisa-bisa Mesir seperti Yaman sekarang.

Gerakan reformasi di negara-negara Arab (Arab Springs) gagal semua. Di Tunisia pun sekarang sudah kembali otoriter. Libya menjadi sangat kacau. Apalagi Yaman. Untung gerakan itu bisa dicegah di Bahrain --padahal hampir saja meletus.

Reformasi tidak sampai berkembang di Arab Saudi. Dan segera dikoreksi drastis di Mesir. Sejak melakukan koreksi terhadap reformasi itu ekonomi Mesir tumbuh kian cepat. Puncaknya mencapai 6,6 persen di tahun-tahun sebelum Covid. Lalu terkena pandemi.

Setelah itu melejit lagi. Para ahli meramal tahun ini akan kembali 6,6 persen. Memang pendapatan per kapita rakyat Mesir masih kalah dari kita. Di sana USD4.500. Indonesia USD4.800. Tapi daya beli rakyat lebih kuat di Mesir. Indeks PPP-nya mencapai USD17.000 per kapita. Kita USD14.000 per kapita. Artinya, tiap pakai satu dolar di Mesir bisa belanja barang lebih banyak dari pada belanja satu dolar di Indonesia.

Saya termasuk yang menyesali hasil reformasi di Indonesia di tahun 1999-2000. Reformasi hanya menghasilkan hukum, korupsi dan demokrasi yang kian buruk: belum ada yang berhasil mengoreksi hasil reformasi itu. Kita pun tersandera oleh partai dan para elite politiknya. Saya bersyukur akhirnya bisa ke Yaman dan Mesir. Masih bisa terus belajar dan membanding-bandingkannya.

Saya juga bersyukur bisa bertemu Fir'aun ke-18 meski pertemuan itu sangat telat. Selama 75 tahun saya telanjur percaya Fir'aun mati tenggelam di Laut Merah. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Sabtu 11 Apr 2026 - 01:28 WIB

WFH Sarengat

Kamis 09 Apr 2026 - 23:45 WIB

Kejiwaan Iran

Kamis 09 Apr 2026 - 00:24 WIB

Utang Tuhan

Rabu 08 Apr 2026 - 00:06 WIB

Zaman Batu

Kamis 02 Apr 2026 - 00:21 WIB

Iri Masyaallah