Kelas Delcy

Sabtu 07 Mar 2026 - 22:10 WIB

Oleh: Dahlan Iskan

Perang Iran sudah mendekati akhir. Itulah perasaan Presiden Donald Trump. Persenjataan Iran sudah dilumpuhkan justru ketika masih di gudangnya. Basis senjata di berbagai tempat dan kota diihancurkan –lewat beribu kali serangan udara jarak jauh.

Kini Trump mulai beralih memikirkan masa depan Iran. Ia tidak lagi ngotot: pemerintah Iran harus digulingkan. Kini Trump sudah bisa menerima kenyataan: Iran harus dipimpin golongan ayatollah. Hanya saja ia minta jangan ayatollah yang memusuhi Amerika. Harus ayatollah yang pro Amerika.

"Saya harus terlibat dalam penentuan pemimpin tertinggi Iran," katanya di sosmed miliknya sendiri. Ia tidak setuju Mojtaba Hassan Khamenei yang terpilih. Putra kedua Ayatollah Khamenei yang tewas di serangan hari pertama IsAm itu dinilai tidak beda dengan ayahnya. Garis keras. Apalagi istri dan anaknya ikut tewas di serangan udara ke kediaman Khamenei.

Sebenarnya di Iran sendiri belum ada keputusan siapa kandidat pengganti Khamenei. Di sana ada mekanisme tersendiri. Mojtaba masih berumur 56 tahun. Masih ada Ayatollah AlirezaArafi yang lebih senior. Dan masih banyak lagi.

Dua hari lalu IsAm mengebom satu bangunan di Teheran. Dikira di situ sedang berkumpul para ayatollah: rapat penggantian pemimpin tertinggi. Dikira sekali bom bisa menewaskan satu lapisan elite ayatollah di Iran. Kali ini info intelijen IsAm iti salah: yang dibom itu bangunan kosong. Pun Mojtaba tidak di situ.

Ibarat tinju, Trump menilai Mojtaba adalah petinju kelas ringan. Yang dicari Trump adalah ayatollah "kelas Delcy". 

Anda sudah tahu siapa Delcy: boneka dari Venezuela. Namanyi Delcy Rodriguez. Amerika mengangkatnyi menjadi presiden sementara Venezuela –setelah Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Delcy adalah wanita yang melejit. Latar belakang pendidikannyi hukum. Setelah jadi politikus, dia diangkat Presiden Hugo Chavez jadi menteri kominfo. Lalu diangkat Madurojadi menteri keuangan. Sebentar kemudian jadi menteri ekonomi. Tidak lama pula jadi wakil presiden. Lalu jadi presiden sementara.

Kini Delcy lagi jomblo. Setelah cerai dengan bintang film terkenal di sana, dia hidup bersama ''domestik partner''-nyi: Yusuf Abou Nassif. ''Domestik partner'' adalah istilah diplomatik kenegaraan untuk menyebut kumpul kebo. Yang istimewa: Delcy adalah pengikut guru spiritual India, Sai Baba.

Trump lagi mencari orang seperti itu untuk Iran. Alangkah sulitnya. 

Mungkin juga Trump sudah dapat laporan intelijen bahwa di antara ayatollah di Iran  banyakjuga yang punya garis berbeda. Ada juga yang bergaris lentur. 

Pun sejak zaman Ayatollah Rukhullah Khomeini –pendahulu Khamenei–- yang lentur seperti itu sudah ada. Tapi tersingkir. Bahkan ada yang tersingkir secara tragis.

Demikian juga di tingkat eksekutifnya. Banyak tokoh seideologi dengan Ayatullah RukhullahKhomeini yang akhirnya tersingkir. 

Anda tentu masih ingat nama tokoh Bani Sadr. Ia adalah tangan kanan Khomeini sendiri. Sama-sama berjuang sejak masih di pengasingan: di Paris. Sama-sama pulang ke Iran setelah perjuangan mereka berhasil menumbangkan maharaja Reza Pahlevi. 

Kategori :

Terkait

Sabtu 25 Apr 2026 - 21:32 WIB

Air Pohon

Jumat 24 Apr 2026 - 20:27 WIB

Da Yunhe

Kamis 23 Apr 2026 - 20:00 WIB

Jalan Makmur

Rabu 22 Apr 2026 - 19:18 WIB

Halo Wani

Selasa 21 Apr 2026 - 20:56 WIB

Juara Dunia