Pasien Prabowo

Senin 10 Nov 2025 - 20:38 WIB

Komite Reformasi Polri seusai dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta-Anisha Aprilia-

''Jalan tenang'' ini mungkin tidak memuaskan kelompok yang menginginkan perombakan Polri sangat radikal. Tapi Jenderal Prabowo lebih berhitung strategis. Ribut-ribut yang mungkin timbul akibat reformasi radikal akan bisa mengguncang stabilitas. Itu tidak menguntungkan.

Yang penting rambut berhasil ditarik dari dalam tepung tanpa tepungnya berserakan. Presiden SBY –sejak menjabat kassospol TNI– berhasil melaksanakan reformasi TNI dengan sangat mulus.

Padahal sebelum itu TNI menguasai hampir seluruh bidang kehidupan: di jabatan-jabatan pemerintahan, di BUMN, di perpolitikan.

Hebatnya TNI bisa menerima reformasi itu dengan sangat lapang dada –sebagai keharusan sejarah. Padahal TNI punya segala-segalanya untuk menggagalkan reformasi itu. Terutama punya senjata. Tapi TNI pilih menyelamatkan bangsa ini: agar Indonesia bisa menjadi negara sejahtera dan maju.

Tapi setelah 25 tahun TNI kembali ke barak, Anda bisa melihat sendiri apa yang terjadi. ''Pengorbanan'' besar TNI itu belum membawa Indonesia seperti yang diinginkan reformasi. Indonesia masih menjadi pasien. Sudah 25 tahun menjadi pasien. Di beberapa bidang justru kian parah.

Kini ''dokter Prabowo'' menangani pasien itu. Prof Jimly sudah mencanangkan target: dalam tiga bulan sudah bisa melaporkan hasilnya kepada Presiden.

Maka Butet jangan dulu keburu bikin teater dengan judul ''Pasien No 2''. Biarlah Pasien No 1 sembuh dulu –karena bisa saja saat penyakit itu ditangani justru terjadi komplikasi. (Dahlan Iskan)

Kategori :

Terkait

Jumat 16 Jan 2026 - 22:07 WIB

Asta Cashtry

Kamis 15 Jan 2026 - 22:13 WIB

Rafael Zainal

Rabu 14 Jan 2026 - 22:05 WIB

Amang Tabung

Selasa 13 Jan 2026 - 21:00 WIB

Amang Waron

Senin 12 Jan 2026 - 22:59 WIB

Reflek Radjimin