Meritokrasi Ponorogo

Minggu 09 Nov 2025 - 19:14 WIB

''Nasib?''

Sebenarnya juga tidak sepenuhnya nasib. Soal minta uang jabatan seperti itu pasti segera bocor secara internal. Masalahnya: tidak semua internal berani melaporkannya. Apalagi kalau laporan itu bisa dipakai untuk menjebaknya.

Aneh. Seorang bupati berani minta bayaran untuk mengangkat pejabat di bawahnya. Apakah ia begitu yakin tidak ada salah satu internal yang akan melaporkannya? Apakah ia menyangka semua orang di internalnya takut kepadanya?

Persaingan untuk memperoleh jabatan memang sangat keras. Lalu muncullah harga jabatan. Tidak semua kebagian jabatan. Lalu terjadilah hukum pasar. Jual beli jabatan.

Dengan tertangkapnya bupati Ponorogo, kita semua tahu: meritokrasi hanyalah istilah yang enak diucapkan tapi tidak bisa dilaksanakan. Ternyata yang bisa dapat jabatan adalah yang mau membayar. Bukan yang mampu.

Meritokrasi hanya ironi. (DAHLAN ISKAN)

Kategori :

Terkait

Jumat 26 Jun 2026 - 20:07 WIB

Bobotoh Kuning

Kamis 25 Jun 2026 - 22:07 WIB

Tiket Lungsuran

Rabu 24 Jun 2026 - 19:04 WIB

Wani 2727

Selasa 23 Jun 2026 - 21:51 WIB

Manajemen Kancilen

Senin 22 Jun 2026 - 22:06 WIB

Batu Mala