Diam Emas

Sabtu 20 Sep 2025 - 19:09 WIB

Oleh: Dahlan Iskan

Anda pasti sangat menunggu: apa komentar Bank Indonesia atas metraliur yang diberondongkan menkeu baru, Purbaya Yudhi Sadewa.

Bank sentral Indonesia itu seperti tersudut dan teraniaya. Tiap hari. Sejak beberapa hari terakhir. Yakni sejak Purbaya dilantik sebagai menteri keuangan yang baru.

Saya justru waswas: jangan-jangan Bank Indonesia buru-buru memberi respons. Lalu membela diri. Bahkan balas menyerang menkeu yang baru.

Apa lagi suara riuh di medsos memberi dukungan yang luas kepada Purbaya. Bank Indonesia kian tersudut di mana-mana.

BACA JUGA:Nabi Baru

Saran saya: tetaplah Bank Indonesia seperti sekarang ini. Tidak perlu memberi komentar. Saya justru amat senang dengan sikap diam Bank Indonesia. Terpujilah para pejabat tinggi di bank sentral.

Apa yang terjadi bila Bank Indonesia berkomentar?

Berisik. Gaduh.

Itu memang mengasyikkan bagi pembaca media tapi menjerumuskan stabilitas dan perekonomian.

Saya pun tidak ingin ''mengejar'' pejabat tinggi Bank Indonesia sekadar untuk memperoleh komentar atas komentar yang ada di media.

Saya menilai para pejabat tinggi Bank Indonesia sangat bijak. Diam, untuk saat ini, adalah emas.

Tentu saya bisa merasakan gejolak kencang di pedalaman jiwa para pejabat tinggi Bank Indonesia. Hati mereka pasti mendidih –seperti hati saya kapan itu. Maka saya tidak ingin menjadi kompor yang bisa mengakibatkan suhu didih yang sudah 100 derajat itu meledakkan tutup pancinya.

Disway hari ini saya tulis pendek: khusus untuk memuji sikap diam Bank Indonesia.(Dahlan Iskan) 

Kategori :

Terkait

Senin 27 Apr 2026 - 19:49 WIB

Helm Anak

Minggu 26 Apr 2026 - 20:24 WIB

Fisika Arco

Sabtu 25 Apr 2026 - 21:32 WIB

Air Pohon

Jumat 24 Apr 2026 - 20:27 WIB

Da Yunhe

Kamis 23 Apr 2026 - 20:00 WIB

Jalan Makmur