Hijrah Riba

Selasa 26 Aug 2025 - 22:41 WIB

Oleh: Dahlan Iskan

Saya bertemu seorang pimpinan sembilan perusahaan. Ia bukan pemegang saham. Ia bilang pemegang sahamnya tunggal: Allah.

"Kan tidak bisa Allah jadi pemegang saham," kata saya.

"Bisa," jawabnya.

"Notarisnya pasti tidak mau bikinkan akta pendirian perusahaan. Kan melanggar hukum."

BACA JUGA:Panglima Merah

"Notarisnya mau."

Tidak mungkin. Pasti di akta pakai nama orang. Nama Anda sendiri?"

"Betul," jawabnya.

"Lalu Anda bikin pernyataan notariel bahwa saham Anda itu sebenarnya milik Allah?"

"Betul. Begitu," jawabnya.

Nama orang itu: Hendra Firmansyah.

Hendra lahir di Pontianak. Tumbuh besar di Jakarta. Ikut pertukaran pelajar ke Jepang dan Jerman. Belajar ilmu logika di Beijing. Mulai usaha di Makassar –sampai punya perusahaan eksporter lada hitam.

Sembilan bulan terakhir Hendra kembali ke Pontianak: agar dekat dengan ayah-bundanya yang sudah tua.

Tahun 2016 Hendra "hijrah"' –meninggalkan apa pun yang dilarang agama. Termasuk yang riba. Saat itu sebenarnya Hendra aman: tidak punya utang bank. Asetnya pun sudah Rp 500 miliar. Semua tidak lagi ia urus –konsentrasi memikirkan datangnya ''Hari Perhitungan'': apakah dosanya lebih besar dari pahalanya.

Kategori :

Terkait

Rabu 11 Feb 2026 - 22:02 WIB

Berpisah Istri

Senin 09 Feb 2026 - 22:00 WIB

FDI Purbaya

Minggu 08 Feb 2026 - 20:46 WIB

Guinness Patrick

Sabtu 07 Feb 2026 - 22:07 WIB

Jakarta Malang

Kamis 05 Feb 2026 - 22:09 WIB

Bulan Bulat